Tips Singkat Instalasi Grounding System yang Baik dan Benar

Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui instalasi grounding system, karena hal tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan, biasanya hal itu dilakukan oleh orang atau teknisi yang telah ahli. Namun ada baiknya jika kita mengetahui hal cara instalasi yang baik dan benar, karena banyak hal yang harus di perhatikan sebelum memulainya agar semuanya berjalan lancar sesuai dengan apa yang kita harapkan. Instalasi grounding system sendiri merupakan suatu rangkaian instalasi yang tetanam di dalam tanah yang memiliki fungsi untuk mengalirkan arus petir kedalam bumi atau bisa juga untuk membuang arus berlebih pada instalasi listrik di rumah atau bangunan. Lalu apa saja hal yang harus di perhatikan agar saat instalasi grounding system dapat berjalan dengan baik dan lancar. Simak tips singkat nya dibawah ini;

Cek Kondisi Tanah

Seperti yang telah kita ketahui bahwa untuk instalasi grounding system yang baik dan efektif maka semua itu tergantung dari kondisi tanah ditempat kita berada, kondisi tanah yang agak lembab merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan hasil grounding system yang sesuai dengan apa yang kita harapkan, itulah alasan mengapa kita sering menjumpai sistem pertanahan yang digali cukup dalam hal itu dilakukan untuk mencari kondisi tanah yang baik. Kemudian ada beberapa aspek yang mempengaruhi kondisi tanah tersebut diantaranya;

  1. Kadar Air
  2. Mineral/Garam
  3. Derajat Keasaman
  4. Tekstur Tanah

Gunakan Bentuk Instalasi Grounding System yang Sesuai

Hal selanjutnya jika anda telah melakukan cek kondisi tanah di tempat anda berada untuk mendapatkan hasil instalasi grounding system yang sesuai dengan apa yang diharapkan serta memenuhi standar, maka kita wajib untuk menggunakan bentuk grounding system yang sesuai. Ada beberapa bentuk grounding system yang dapat kita terapkan diantaranya;

  1. Single Grounding Rod

Ini merupakan grounding system yang hanya terdiri atas satu buah titik penancapan batang pelepas arus atau ground rod didalam tanah dengan kedalaman tertentu dan biasanya digunakan untuk daerah yang memiliki karakteristik tanah yang konduktif dan kedalaman untuk penancapan rod itu sendiri biasanya mencapai 6 meter.

  1. Paralel Grounding Rod

Bentuk grounding system ini digunakan jika menggunakan single grounding rod kita tidak mendapatkan hasil yang sesuai atau kurang baik yaitu dengan menambahkan ground rod ke dalam tanah dengan jarak antara rod minimal 3 meter dan dihubungkan dengan kabel BC. Semakin jauh jarak antara rod maka akan semakin bagus hasil yang didapat.

  1. Multi Grounding System

Bentuk grounding system ini dikenal juga dengan nama anyaman grounding, yang merupakan anyaman kawat tembaga BC yang saling terhubung satu sama lain.

Nah mungkin sampai disini tips singkat mengenai instalasi grounding system yang baik dan benar yang dapat admin jelaskan pada kesempatan kali ini. Intinya jika kita ingin mendapatkan hasil instalasi grounding system yang baik, maka anda harus menyesuaikan semuanya dengan apa yang telah admin jelaskan diatas.